Select Page

Sulit untuk dipungkiri bahwa setiap manusia pasti ada yang menyukai kekerasan. Sebabnya jelas, kekerasan kenyataan ada dimanapun. Tak terkecuali dinegara kita Inonesia. Mungkin itulah sebabnya, kita melihat leher ditebas, mata dicungkil, atau kaki dipatahkan bak di film-film .

Sampai di zaman yang konon modern ini, kita tetap menghayati masokisme, meski berkedok masyarakat berada. Nyatanya, kita masih saja dapat menikmati kenyataan brutal sehari-hari dalam wujud hiperbolis, yahh salah satunya lewat film. Buktinya, The Raid jadi film tersukses tahun ini di tanah air, dengan meraup lebih dari 1,8 juta penonton, tentu itu angka yang cukup terbilang fantastis.

Nah, kalau kita amati lebih detail lagi, film laga tak pernah kehilangan basis penonton. Bahkan, genre seperti ini selalu ditunggu-tunggu oleh penonton setianya. Dan berbicara soal film rasanya nggak afdol kalau kita nggak ngebahas aksi kejar-kejaran, efek khusus ledakan, sampai dengan koreografi pukul memukul.

Setelah membandingkan kompilasi pendapat penggemar film dari segala penjuru, termasuk pengalaman sinematik pribadi, saya usulkan urutan sembilan adegan pertarungan paling dahsyat dalam sinema hingga saat ini. Mengapa pertarungan? Sebab lewat pertarungan, kekerasan paling subtil terwujud. Benturan dua pihak, dengan posisi dan kepentingan berbeda, terjadi secara vulgar.

Kesembilan adegan ini, bagi saya, mampu menciptakan estetika tersendiri. Tentu saja jenis keindahannya berbeda dari lukisan naturalis dua gunung, sawah, plus matahari mengintip di ufuk. Melalui balutan gagasan segar, sembilan  adegan film berikut menimbulkan rasa ngeri, jijik, muak, atau bahkan keasyikan bagi penonton. Tidak cuma jadi ikon kebudayaan, deretan pertarungan terpilih berikut rasa-rasanya melampaui status representasi budaya pop.

Daftar ini saya anggap upaya awal merenungi hakikat kekerasan, terkhusus pertarungan. Saya percaya perkelahian, apalagi yang diolah dalam wujud sinema, kadang tidak memadai dianggap sekadar perkara seseorang menghajar orang lain. Selamat menikmati daftar subyektif ini. Bila tak sepakat, silakan beri pendapat anda pada kolom komentar. Mari bertukar hasrat kekerasan. Mari merayakan pertarungan terdahsyat di sinema.

1. Ma Kwan Vs Jack – Kill Zone – S.P.L. (2005)

Dibintangi oleh aktor legendaris Donnie Yen dan Sammo Hung, Kill Zone – S.P.L. menjanjikan aksi seru yang menegangkan. Berkisah tentang seorang inspektur Ma Kwan Donnie Yen yang memerangi mafia di kota Hongkong. Anda bakalan dibikin nahan nafas oleh aksi pertarungan yang ada di sepanjang film. Koreografi pertarungan Donnie Yen yang memukau digadang-gadang jadi salah satu performa terbaiknya.

Salah satu pertarungan yang paling keren adalah ketika dia melawan Jack  Wu Jing. Donnie bertarung menggunakan tongkat besi, melawan Jack yang menggunakan pisau. Pertarungan epik ini sebagian besar dilakukan tanpa persiapan alias dilakukan dengan improvisasi. Karena belajar beladiri dari guru yang sama, alhasil Donnie dan Wu Jing udah mengerti dengan gaya bertarung masing-masing. Hasilnya adalah sajian adegan pertarungan antara dua legenda kungfu yang amat  sangat memukau.

2. Neo Vs Agent Smith – The Matrix (1999)

Enggak terasa udah 18 tahun sejak The Matrix jadi salah satu tontonan paling epic sepanjang masa. Meski udah terhitung lawas, ingatan anda akan adegan pertarungan yang fantastis pasti bikin anda enggak mau beranjak dari tempat duduk. Iyakan?

Sejatinya, The Matrix begitu disukai banyak orang, khususnya penggemar film aksi, bukannya tanpa alasan. Film ini mampu menyajikan adegan pertarungan yang enggak pernah terbayangkan sebelumnya di eranya. Misalnya aja kayak pertarungan antara Neo dan Agent Smith. Pertarungan dimulai dengan adu senjata yang seru, lalu lanjut ke beberapa gerakan yang seakan enggak mengindahkan gravitasi hingga berujung ke adu jurus tangan kosong. Pertarungan ini jadi semakin menegangkan karena didukung dengan pergerakan kamera yang pas serta penggunaan properti yang bikin adegan jadi tambah seru.

3. Ma Vs Tony – Flash Point (2007)

Nah, kalau anda pengen lihat pertarungan sampai titik darah penghabisan, anda harus banget nonton Flash Point. Di pertarungan pamungkas antara Inspektur Ma (Donnie Yen) dan ketua geng kriminal asal Vietnam, lo dijamin bakal melongo saking serunya. Enggak kelihatan sama sekali kalau pertarungan yang terlihat di layar adalah pertarungan koreografi. Semua pukulan dan tendangan terasa nyata, alias full body contact. Apalagi di film ini anda bakalan disuguhin sama beberapa jurus kuncian yang mematikan. Buat anda penggemar sejati film aksi, khususnya penikmat adu jotos, harus banget nonton film yang satu ini.

4. Hallway FightOh Dae-Su Vs – Oldboy (2003)

Beda dari yang lain, adegan pertarungan yang tersaji dalam Oldboy saya lihat bukan berdasarkan keindahan koreografinya. Pertarungan dalam film ini terasa istimewa karena kegigihan Oh Dae-Su (Choi Min-sik) dalam menahan serangan sekaligus menyerang puluhan musuh yang udah siap menghabisinya.

Adegan pertarungan yang ada di dalam film ini cocok banget buat anda yang suka ketangguhan dibanding keindahan. Soalnya, di adegan ini anda bakal ngelihat Dae-su dihajar habis-habisan, dengan bogem mentah yang mendarat di wajah, ulu hati, serta pisau yang menancap di punggungnya. Semuanya enggak berhasil bikin Dae-su semaput. Justru dia jadi kesetanan dan bertarung secara beringas. Hebatnya, adegan pertarungan dalam lorong ini diambil hanya dalam satu kali take, alias enggak ada sama sekali proses cutting dari awal sampai selesai.

5. IP Man Vs 10 Karate Master – IP Man (2008)

Berbekal kecepatan pukulan yang memang menjadi ciri khas dari beladiri Wing Chun, Master Yip mengeluarkan jurus simpel, tapi efektif dan mematikan. Satu persatu dari 10 orang karateka mulai berjatuhan. Ada yang kakinya dipatahin, ada yang dipukul belakang lehernya, sampai seluruh badan jadi mangsa empuk pukulan kilat Master Yip. Berbekal jurus brutal dan enggak kenal ampun, Master Yip cuma butuh waktu enggak lebih dari dua menit buat ngelumpuhin 10 orang karateka.

6. Rama & Andi Vs Mad Dog – The Raid (2012)

Seperti yang sudah saya sebutkan diatas tadi film The Raid memang jadi kecintaan khususnya masyarakat Indonesia. Yap, adegan tarung superepik yang tersaji dalam film besutan sutradara Gareth Evans ini bikin Indonesia dikenal dalam jagat film aksi. Bukan tanpa sebab, The Raid dipenuhi dengan pertarungan brutal dengan tujuan bertahan hidup.

Film ini berkisah tentang Rama Iko Uwais yang jadi salah satu anggota satuan khusus kepolisian yang tergabung dalam sebuah operasi penyergapan seorang gembong narkoba. Rama enggak tau kalau ternyata informasi penyergapan udah bocor dan teman setimnya satu persatu dihabisi oleh kawanan bandit. Dari sini dimulailah perjuangan Rama untuk bisa bertahan hidup, pertarungan demi pertarungan dilewati dan nyawa jadi taruhannya.

Dari sekian banyak pertarungan, pertarungan terakhir melawan Mad Dog yang diperani oleh Yayan Ruhiyan bisa dibilang jadi yang paling memorable. Bekerja sama dengan sang kakak, Andi yang diperani oleh Donny Alamsyah, Rama harus menghabisi Mad Dog yang mematikan bak hewan buas. Serangan Rama dan Andi seakan enggak berefek di hadapan Mad Dog, walaupun mereka berdua udah menyerang setengah mati. Coba kalau Rama bertarung sendiri ngelawan Mad Dog, enggak tau, deh, siapa yang bakalan menang.

7. Kitchen Fight – The Raid 2 (2014)

Saat melihat adegan pertarungan pamungkas ini, saya jamin anda  bakalan ngerti kenapa pencak silat adalah salah satu beladiri yang paling indah sekaligus mematikan. Adu jurus antara Rama aktor tampan yang diperani oleh Iko Uwais dan The Assassin Cecep Arif Rahman berpadu dengan sinematografi yang pas dan musik menegangkan bikin pertarungan ini layak disebut sebagai adegan tarung terbaik yang pernah ada. Pukulan ke rahang, serangan sikut, tendangan tepat ke muka, ditambah dengan adu karambit makin menggambarkan pertarungan ini sebagai pertarungan hidup-mati.

FYI, ada fakta unik tentang pertarungan ini loh! Iko, Cecep, berserta sang sutradara, Gareth Evans membutuhkan enam bulan untuk membuat koreografi pertarungan pamungkas yang berdurasi enam menit ini. Belum lagi dengan proses pembuatan storyboard yang memakan waktu 6 bulan juga. Prosesnya memang butuh waktu lama. Akan tetapi, usaha keras memang enggak pernah bohong. Hasilnya, kita disuguhkan dengan pertarungan epik karya anak bangsa yang sukses bikin dunia perfilman geger.

8. Billy Lo vs Hakim (Game of Death – 1978)

Saya memilih pertarungan ikonik antara ikon jet kun do lawan bintang bola basket ini sebagai yang terbaik, dari sekian banyak film-film Bruce Lee. Difilm ini dia meninggal sebelum film ini selesai. Nah, seandainya Bruce Lee Masih hidup dia pasti bangga melihat segarnya konsep pertarungan berjenjang di Game of Death.  Hal hasil banyak  film tiruan bermunculan, dari manga sampai film laga kontomporer. Naik ke menara, dinanti lawan yang makin kuat seiring makin tinggi lantai dinaikki. Bila sebuah adegan sampai ditiru salah satu episode spongebob, bayangkan saja betapa monumnetalnya pertarungan ini.

Puncaknya, kita berhadapan dengan tafsir abad 20 soal David vs Goliath. Inilah cetak biru pertarungan kung fu di layar lebar. Penuh gerakan, kepekaan pada ruang, dan kekerasan par exellence bintang NBA Kareem Abdul-Jabar bisa berkelahi meyakinkan. Oh ya, jangan lupa, baju kuning itu. Baju kuning! Bruce Lee berhasil membuat kaos olahraga yang biasanya ditertawakan jadi berkesan gahar.

9. Nikolai vs dua mafia Rusia (Eastern Promises – 2007)

Bantai membantai di Kill Bill walau mengerikan, masih menyisakan keasyikan. Beda halnya dengan cara pertarungan dikemas oleh sutradara David Cronenberg pada Eastern Promises. Pertarungan superrealistis ini, salah satu yang terbaik sepanjang sejarah sinema, hadir malah bukan di film laga. Ya, kisah lika-liku dunia mafia Rusia di Inggris ini masuk ke genre drama.

Tukang pukul utama jejaring mafia itu, Nikolai (diperankan Viggo Mortensen – lupakan sosok manis Aragorn anak-anak), dikhianati dan hendak dilenyapkan. Caranya, dia diundang ke sauna agar tidak waspada. Dua pembunuh bayaran datang membawa pisau ukir. Adegan ini, selain sadis, melibatkan pula penis Mortensen yang terlihat amat jelas. Perkelahian ini bukan untuk dinikmati atau dirayakan.

Saat darah muncrat menghiasi layar di akhir adegan, anda baru saja bersua dengan kekuatan sinema, sebuah reka-percaya. Kekerasan yang ditempuh Nikolai adalah hakikat kehidupan. “Guns are too quick,” kata Joker versi almarhum Heath Ledger. “Otherwise, you can’t savor all the emotions. You know who people are in their last moments,” ujar dia lagi. Kekerasan senjata tajam, selain eksotis, memang lebih intim menggiring kita membayangkan betapa purbanya bunuh membunuh. Hidup dan mati. Alfa-omega.

Itu dia sembilan pertarungan yang bakalan bikin lo nahan napas saking tegangnya. Mana pertarungan yang terbaik menurut lo? Jangan malu buat tinggalin “jejak” ya di kolom komentar!