Select Page

Beberapa bulan lalu, jagat dunia maya sempat dihebokan dengan aksi Youtuber ternama asal Amerika Serikat yaitu, Logan Paul. Dalam postingan vlognya Logan menampilkan mayat yang diduga korban bunuh diri di hutan Aokigahara, Yamanashi, Jepang. Sayang, guys, postingan tersebut sudah dihapusnya. Jadi gue, nggak bisa nampilkan videonya buat lo. Heheh…

Yap, berbicara hutan Aokigahara itu sendiri emang terkenal banget dengan spot untuk parah manusia yang ingin mengakhiri hidupnya. Bahkan, keberadaan hutan ini juga dianggap menjadi faktor eksternal tingginya angka bunuh diri di negeri sakura tersebut. Nggak heran, hutan Aokigahara banyak di jauhi masyarakat lokal lantaran keangkeran yang tiada tara dan reputasinya yang sangatlah buruk.

Meski kesannya angker, Hutan Aokigahara menjadi salah satu tempat terpopuler di Jepang. Hutan ini juga punya destinasi wisata berupa gua es yang menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara. Makanya, enggak mengherankan kalau hutan ini sering kali jadi referensi budaya populer, mulai dari film, game, anime/manga, hingga karya literatur.

Kali ini, gue bakal bahas film-film yang menjadikan Hutan Aokigahara menjadi latar atau pun referensi ceritanya. Bye the way, enggak semuanya film horor, loh. Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

1. 47 Ronin (2013)

Film yang dibintangin Keanu Reeves ini termasuk blunder besar Hollywood dalam hal mengadaptasi kisah atau literatur budaya Timur. Beda sama Republik Tiongkok, masyarakat Jepang tergolong sensitif dalam isu whitewashing. Hal inilah yang bikin 47 Ronin gagal total di Box Office dan dikritik habis-habisan oleh penggemar film meski kenyataannya film ini diadaptasi dari literatur lokal dan dibintangi oleh artis kenamaan Jepang.

Hutan Aokigahara disebut dalam film ini sebagai tempat bersemayamnya iblis jahat. Karakter Kai yang dibintangi Reeves diceritakan dibuang oleh ibunya sendiri agar mati di hutan ini. Enggak disangka, Kai justru dipungut oleh ras Iblis yang kemudian melatihnya agar jadi lebih kuat dan memberinya kemampuan supranatural.

2. The Forest (2016)

Penggambaran Hutan Aokigahara sebagai spot favorit bunuh diri bisa lo lihat dalam The Forest. Film yang dibintangin Natalie Dormer ini berkisah tentang Sara (Dormer) yang pergi ke Jepang setelah mendengar kabar bahwa kembarannya hilang dan diduga tewas. Hal ini pun mendorongnya untuk pergi ke Hutan Aokigahara untuk mencari kembarannya yang punya masalah mental. Di sana, Sara harus berhadapan dengan ketakutan akan mitos Hutan Aokigahara yang dikenal angker.

Penggunaan latar Hutan Aokigahara ini menjadi salah satu blunder besar bagi The Forest. Banyak kalangan yang menganggap film ini menyepelekan masalah kesehatan mental dan enggak menghormati keluarga korban bunuh diri. The Forest juga dikritik habis-habisan karena jalan cerita yang dianggap datar dan hampa. Meski begitu, film ini masih bernasib lebih baik dari 47 Ronin di Box Office dengan keuntungan tiga kali lipat daripada biaya produksi.

3. The Sea of Trees (2015)

Beda sama dua film di atas, The Sea of Trees membawa kisah dramatis tentang dua orang yang berencana bunuh diri bersama meski enggak pernah kenal sebelumnya. Seperti yang bisa lo tebak, mereka berdua sama-sama bertemu di Hutan Aokigahara. Saat bertemu, keduanya malah akrab dan saling bercerita tentang masalah yang mereka hadapi. Interaksi ini membuat keduanya urung bunuh diri dan berniat keluar dari hutan. Sayangnya, mereka enggak meninggalkan jejak. Keduanya pun harus berusaha keras untuk selamat di tengah dinginnya udara dan persediaan makanan yang udah habis.

Meski kedengarannya dramatis, film ini kena kritik pedas dari penggemar film atau pun kritikus karena banyak twist yang enggak perlu. Hal inilah yang membuat The Sea of Trees ditertawakan dan disorakin habis-habisan dalam penayangan pada Festival Film Cannes 2015. Hasilnya, film ini gagal total di Box Office meski dibintangi oleh artis kenamaan Hollywood, seperti Matthew McConaughey dan Naomi Watts. The Sea of Trees hanya mampu meraup 825 ribu dolar dari biaya produksi sebesar 25 juta dolar.

4. Grave Halloween (2013)

Film horor yang dirilis secara eksklusif di SyFy ini bercerita tentang seorang mahasiswi Amerika keturunan Jepang yang pulang kampung setelah mendengar kabar bunuh dirinya sang ibu. Dia pun pergi ke Hutan Aokigahara untuk menemukan ibunya. Di sana, dia ditemani oleh teman-teman sekelasnya yang “numpang” bikin video dokumenter untuk kepentingan tugas kuliah. Sayangnya, perjalanan mereka bakal jadi yang terakhir setelah sadar bahwa mereka terkena kutukan jahat dari hutan ini.

Sama kayak film-film berlatar Aokigahara lainnya, Grave Halloween dikecam karena menjual isu sensitif tentang bunuh diri. Lucunya, syuting film ini dilakukan di Kanada meski menggunakan latar Jepang. Dari segi cerita, Grave Halloween dikritik habis-habisan karena minimnya inovasi yang membuat film ini enggak beda dari film horor pada umumnya.

5. Forest of the Living Dead (2010)

Hutan Aokigahara terbukti populer di kalangan pencinta budaya populer dengan eksisnya film-film yang berlatar di sana. Contohnya seperti Forest of the Living Dead yang “menjual” Hutan Aokigahara sebagai latar. Beda sama The Forest, film ini mengambil tema arwah penasaran yang terlahir dari insiden bunuh diri di Hutan Aokigahara. Sang arwah pun berusaha membalaskan dendam kepada sang mantan dan teman-temannya yang selama ini menjadi penyebab perpisahan keduanya.

Film ini sendiri termasuk yang berbiaya rendah. Jadi, lo enggak usah heran kalau secara keseluruhan Forest of the Living Dead enggak layak buat ditonton.

6. The People Garden (2016)

Seperti yang udah gue bilang, daftar ini bakal didominasi sama film horor. The People Garden adalah salah satunya. Di film ini, kengerian Hutan Aokigahara digambarkan dengan unsur misteri yang mendominasi.

Filmnya sendiri berkisah tentang seorang cewek yang rela pergi ke Hutan Aokigahara hanya untuk menyusul pacarnya lalu minta putus. Saat tiba di sana, niat si cewek untuk putus justru gagal karena pacarnya hilang tiba-tiba setelah syuting video musik. Jalan cerita yang ribet dan enggak logis menjadi titik lemah film ini di mata kritikus.

7. Film-film Monster Jepang

Kata siapa keangkeran Hutan Aokigahara cuma bisa lo rasain di film horor atau misteri? Dalam film fantasi kayak Godzilla, Mothra, and King Ghidorah: Giant Monsters All-Out Attack (2001), Hutan Aokigahara dikisahkan sebagai tempat bersemayamnya King Ghidorah.

Enggak cuma itu, film bertema monster Legend of Dinosaurs & Monster Birds (1977) juga mengambil referensi Hutan Aokigahara sebagai latar. Dalam film ini, dikisahkan gua es Aokigahara menjadi tempat bersarangnya dinosaurus yang juga bertelur di sana.

Meski genrenya berbeda-beda, ada kesamaan yang tampak jelas dari film-film yang udah gue sebut di atas. Hampir semua film tadi dikritik habis-habisan karena mengeksploitasi isu sensitif yang selama ini membawa reputasi negatif bagi Hutan Aokigahara dan juga Jepang sebagai negara dengan angka bunuh diri tertinggi di dunia.

Pastinya, isu-isu sensitif kayak bunuh diri harus diperhatikan secara serius. Keberadaan film-film ini serta kasus yang dialami Logan Paul membuktikan bahwa isu depresi masih dianggap sepele. Padahal, jelas bahwa korban bunuh diri sebelumnya mengalami masalah mental yang butuh bantuan dan dukungan, bukan dengan dieksploitasi isunya.

Kalau lo punya kerabat atau teman yang punya masalah seperti ini, terus dukung dan bantu mereka agar mereka segera terlepas dari masalah yang menjeratnya, ya. Kalau masalahnya sudah darurat, segera hubungi nomor darurat 119 sebagai layanan konseling untuk pengidap depresi.